2021-05-24
Kab. Mojokerto
Jurnalis media online di Mojokerto, Mulyono, mengalami kekerasan dan penganiayaan. Ia telah dipukul, digigit, bahkan sudah disiram bensin oleh salah satu orang warga setempat.

Kejadiannya terjadi pada Senin, 24 Mei 2021. Hari itu, salah satu warga Dusun Sanggrahan, Desa Ngingasrembyong, Sooko, Kabupaten Mojokerto, bernama No Gento. Dia menggelar acara Orkes atau sajian musik yang dimainkan sebuah kelompok musisi dengan sejumlah alat musik seperti organ dan gitar. Orkes tersebut mengundang banyak penonton dari warga sekitar.

Beberapa waktu kemudian, acara meriah tersebut lantas dibubarkan oleh Satgas Covid-19 bersama pihak TNI-Polri, karena mengundang banyak kerumunan massa. Meskipun acara dibubarkan, pihak yang melakukan hajatan, tidak memahami acara yang menghadirkan orkes tersebut, akan menghadirkan kluster baru penularan Covid-19.

Karena Orkes tersebut dibubarkan oleh Satgas Covid-19, itu malah membuatnya gelap mata. Dia kemudian menuduh Mulyono yang berprofesi sebagai wartawan, sebagai biang kerok atau yang melaporkan atas acara ini.

Dalam keterangannya Mulyono menjelaskan, bahwa dirinya tidak tahu ada Orkes di kampungnya. Saat itu dirinya sedang berada di Jombang. Besok malamnya ketika pulang dan melintas di Sanggrahan, tiba tiba rambut Mulyono dijambak oleh No Gento.

Ia kemudian diseret masuk kedalam rumahnya, dan mulutnya dijejali dengan minuman keras. Tidak hanya itu, No Gento juga menyiram tubuh korban dengan bensin. Kemudian dari belakang ada orang lain yang memukul dan menggigit punggungnya.

Kejadian pemukulan itu dilakukan No Gento dan orangnya dihadapan Bhabinkamtibmas Polsek Sooko, 2 anggota Koramil, Lurah Tempuran Bapak Slamet, dan Lurah Ngingas Rembyong. Saat itu, pihak Koramil dengan sigap kemudian melerai kejadian.Pasca kejadian itu, Mulyono menderita luka punggung dan rambutnya mengalami rontok akibat dijambak oleh No Gento.

Mulyono sudah membuat laporan kepada Polres Mojokerto, agar kasusnya ditangani pihak yang berwenang.
Informasi yang dihimpun AJI, Mulyono merupakan jurnalis freelance yang terakhir diketahui bekerja di lembaga Pusat Komunikasi dan Informatika (Puskominfo) Indonesia. Dia tidak bergabung dalam organisasi profesi jurnalis.


Pelaku

No Gento
Warga

Korban

Mulyono (Nama Samaran)
Jurnalis
Freenlance
Harian