2020-10-08
Kota Samarinda
Jurnalis Lensa Borneo.id. Samuel Gading, mengalami kekerasan fisik saat melakukan tugas jurnalistiknya. Dia diintimidasi dan dijambak oleh polisi saat melakukan tugas jurnalistiknya.
Saat itu, Samuel meliput aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak UU Cipta Kerja di kota Samarinda.

Sekitar pukul 22.00 WITA, lima wartawan termasuk Samuel pergi untuk meliput isu adanya penahanan 12 peserta aksi Tolak Omnibus Law yang dilaksanakan oleh Aliansi Kaltim Menggugat di Polresta Samarinda.

Kemudian terjadi keributan di depan kantor Polresta Samarinda antara 12 peserta terlibat keributan, dengan beberapa oknum kepolisian yang baru tiba di lokasi. muel dan rekannya kemudian spontan merekam peristiwa tersebut. Tiba-tiba beberapa oknum polisi mulai berteriak ke arah wartawan.

Situasi semakin panas ketika oknum polisi tersebut menuduh teman-teman wartawan membuat “framing” atau memberitakan secara tidak berimbang situasi yang terjadi ditempat. Samuel kemudian dijambak oleh salah satu oknum polisi yang berpakaian preman dan menggunakan masker yang menutupi wajah pelaku.

Samuel kemudian berteriak dan mengatakan bahwa dirinya wartawan, dan menunjukkan kartu persnya. Oknum tersebut kemudian melepas jambakannya dan pergi ke dalam kerumunan.



Pelaku

Pelaku Tidak dikenal
Kota Samarinda
Polisi

Korban

Samuel Gading (Nama Samaran)
Kota Samarinda
Jurnalis
Lensa Borneo.id
Media Online