2020-10-08
Kota Malang
Setelah meliput aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law di depan gedung DPRD Malang, korban menuju taman Singha depan Stasiun Kota Baru, untuk mengambil motor dan membeli minum. Pada saat berada di taman, posisinya ada di antara massa aksi yang sedang beradu argumen dengan polisi.

Ketika polisi mengejar massa, korban tiba – tiba ditarik dari belakang hingga jatuh. Hal itu menyebabkan kepalanya membentur aspal.
Dalam kondisi terjatuh, korban berteriak menjelaskan ke polisi bila profesinya adalah jurnalis. Tetapi korban tetap dikerumuni lebih dari satu orang polisi. Polisi kemudian memukul korban pada bagian pelipis. Polisi juga menendang tubuh korban. Seorang polisi yang lain, bergerak cepat menarik tubuh korban untuk berdiri. Polisi tersebut membawa sekaligus memeriksa jurnalis ke mobil polisi di belakang gedung DPRD.

Korban yang merupakan wartawan baru dan belum dilengkapi tanda pengenal (id card) atau surat tugas dari perusahaan media tempatnya bekerja. Korban jadi bukti tindakan represi aparat, dan akhirnya berhasil ditolong dan dibebaskan oleh jurnalis lain dari lokasi tersebut.

Pelaku

Pelaku Tidak dikenal
Kota Malang
Polisi

Korban

Nayoko (Nama Samaran)
Kota Malang
Jurnalis
Harian Disway Malang Post
Harian

Laporkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Sebagai:

Anggota AJI Tamu

Pilih Data:

 
 

Berdasarkan Jenisnya:

Berdasarkan Pelaku:

Berdasarkan Kota: