2019-09-24
Kota Jakarta Pusat
Wartawan Katadata bernama Tri Kurnia Yunianto (27) mengalami pengeroyokan oleh oknum polisi saat meliput demonstrasi di gedung DPR/MPR pada Selasa (24/9). Berikut kronologi peristiwa pengeroyokan:
19.00 meliput chaos di depan pintu gerbang DPR/MPR. Posisi berada di luar gedung DPR/MPR. Kurnia merekam video kerusuhan itu
19.30 terdengar suara tembakan gas air mata. Kurnia berusaha mengambil gambar di fly over depan gedung DPR/MPR, namun karena ada tembakan gas air mata, tidak melanjutkan liputan di fly over.
20.03 Redaktur menghubungi dan meminta mundur ke Gedung DPR/MPR dan tidak melanjutkan liputan. Berhasil masuk ke Gedung DPR/MPR dengan menunjukkan ID Pers. ID Pers dikalungkan di leher.
20.24 Membersihkan badan di pressroom dan berencana menemui rekan
20.30 Istirahat minum kopi di kantin belakang (samping pintu masuk sepeda motor)
20.45 - 21.15 terjadi chaos di bagian belakang gedung DPR/MPR di arah Jalan Palmerah. Kurnia lalu mendekati lokasi, posisinya masih berada di dalam area gedung DPR/MPR. Dia berhasil merekam video saat polisi sedang membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata. Durasi kurang dari satu menit.
21.15 - 21.30 Saat Kurnia masih berada di belakang kantin DPR/MPR, samping pintu masuk sepeda motor, tiba-tiba didekati beberapa polisi (berpakaian Brimob-warna hitam). Mereka menuduh Kurnia sebagai mahasiswa dan mulai memukulnya. Kurnia berteriak bahwa dirinya merupakan wartawan dan menunjukkan id press yang dikalungkan. Namun, polisi tidak menghiraukan dan berusaha merebut HP. Polisi itu menghapus video yang terakhir kali direkamnya, yang menggambarkan polisi membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata.
Saat kejadian pengeroyokan, Kurnia tidak tahu berapa orang yang memukulnya. Kurnia memperkirakan dia mendapatkan 5 - 7 kali pukulan dan tendangan di bagian kepala bagian atas, pelipis kanan dan kiri. Selain itu, dia sempat merasakan sekali jambakan rambut bagian atas. Bagian dada sebelah kanan juga dipukul. Paha kanan dan kiri merasakan tendangan (ada bekas sepatu di celana sebelah kiri).
Oknum polisi yang menganiya dari kesatuan Brimob, dilihat dari pakaian seragam warna hitam. Dia tidak tahu jumlahnya berapa dan siapa namanya karena saat dipukul, Kurnia panik dan berusaha melindungi kepala dari pemukulan.
Seorang komandan polisi berpakaian putih menghentikan pengeroyokan dan memintai keterangan.
21.30 - 21.45 Polisi mulai menginterogasi. Polisi menggeledah tas dan barang bawaan. Lokasi penggeledahan di area pos keamanan pintu masuk mobil. Selain itu, semua rekaman video dihapus. Polisi juga mengkonfirmasi pada redaktur melalui sambungan telpon whatsaps. Setelah itu, polisi melepaskan Kurnia.
Saat diamankan, dia melihat 3 orang polisi. Nama komandan polisi juga tidak tahu. Namun, salah satu komandan polisi yang mengkonfirmasi pada redaktur menggunakan kemeja putih. Salah satu komandan Brimob mengantar dia mengambil motor di parkiran agar tidak dikeroyok lagi.
21.45 - 22.00 pulang ke kantor untuk melaporkan pada atasan.
23.00 - 24.00 melakukan pemeriksaan medis di RS Medika Permata Hijau. Hasil pemeriksaan medis tidak ada luka dalam, hanya memar di bagian pelipis kanan dan kiri, kepala bagian atas dan bibir atas sebelah kiri.

Pelaku

Pelaku Tidak dikenal
polisi
Polisi
Polri

Korban

Tri Kurnia Yunianto (Nama Samaran)
jurnalis
Katadata
Media Online

Laporkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Sebagai:

Anggota AJI Tamu

Pilih Data:

 
 

Berdasarkan Jenisnya:

Berdasarkan Pelaku:

Berdasarkan Kota: