2019-05-22
Kota Jakarta Pusat
Budi Tanjung, kontributor CNN TV Indonesia, mengalami intimidasi, pemukulan di kepala dan penghapusan rekaman video karya jurnalistik yang direkam melalui handphonenya oleh beberapa orang yang Brimob di depan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.
Kejadian berlangsung Budi, sedang meliput aksi massa yang berdemonstrasi di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jl MH Thamrin Jakarta.
Saat itu sekitar pukul 2.00 Wib malam, Budi tiba di lokasi dengan tujuan untuk meliput peristiwa pasca kericuhan aksi demonstrasi di kantor Bawaslu. Karena haus, Budi berniat mencari minum di warung depan gereja GKI. Iapun minum dan mencuci muka dan mata yang perih karena terkena uap gas air mata.
Saat itu, Budi melihat satu orang pendemo digiring dari pusat keramaian oleh petugas Brimob dan diarahkan ke Bawaslu. Budi kemudian merekam lewat kamera handphonenya mendokumentasikan peristiwa ketika pendemo tersebut dimasukkan kedalam mobil Jatanras Polda Metro
Lima menit kemudian, satu orang lagi peserta aksi demonstrasi digelandang aparat Brimob persis di depan gereja GKI, dekat dengan posisi Budi minum. Ia kemudian merekan peristiwa ketika sekitar 4 sampai 5 orang Brimob berseragam lengkap dan memakai masker dan kacamata menendang satu pendemo yang sudah diam tidak berdaya. Saat proses rekaman sudah selesai, ada sekitar 4 sampai 6 orang anggota Brimob mendatangi Budi dan menarik paksa handphonenya, meminta rekaman itu dihapus.
Budi kemudian memperlihatkan kartu persnya dan berkaya “Saya wartawan, saya wartawan, lagi meliput”. Salah satu anggota Brimob itu berkata; “Anda tidak berhak mengambil gambara itu, hapus ! hapus !.
Budi membela diri dan mengatakan “Itu tugas saya menjadi wartawan”. Budipun dipukul pada bagian kepala belakang dan samping telinganya. Kemudian handphonenya diambil oleh satu anggota Brimon itu, yang terlihat emosi dan menghapus video rekaman peristiwa tadi dan dokumentasi video pribadinya. Salah satu Brimob senior memperlihatksn “kamu jangan rekam rekam sembarangan” katanya sambil mengembalikan handphone Budi.
Pukul 2.45 Wib Budi masih bertahan dilokasi untuk melakukan pemantauan sambil menunggu rekannnya dari tim CNN TV yang berniat akan melakukan wawancara terkait aksi kekerasan yang dialaminya,
Melihata ada anggota Brimob yang lain, Budi mengajak foto bareng. Sesaat setelah itu, Anggota Brimob datang lagi dan mengatakan untuk apa foto foto, tidak perlu buat dokumentasi pribadi. Hapus! Sambil mengepalkan tinju ke muka Budi, sambil mengancam ini bisa masuk ke mulut kamu,” kata Brimob tersebut. Kali ini kameranya kembali diambil dan foto itu dihapus, kemudian Setelah itu, kamera Budi dikembalikan.
Tidak lama kemudian Kabid Humas Polda Metro, Argo Yuwono tiba di lokasi, Budi kemudian melaporkan aksi kekerasan yang baru saja dialaminya . Argo menyarankan Budi melapor ke Propam.
“Saya tidak terima, ini aksi kriminal dan kekerasan Brimob itu. Ini perlu diusut tuntas dan pelakunya mendapat sanksi tegas baik secara hukum dan etik, kata Budi yang lama menjadi jurnalis di Trans TV.

Pelaku

Pelaku Tidak dikenal
Brimob
Polisi
Polri

Korban

Budi Tanjung (Nama Samaran)
Jurnalis
CNN TV Indonesia
Televisi

Laporkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Sebagai:

Anggota AJI Tamu

Pilih Data:

 
 

Berdasarkan Jenisnya:

Berdasarkan Pelaku:

Berdasarkan Kota: