2017-10-09
Kab. Sumedang
PADA hari Senin 9 Oktober 2017 sekitar pukul 16.00 WIB di depan Kantor PT. Oto Finance Sumedang, Jalan P. Geusan Ulun Nomor 69, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.


Kronologis kejadian, pada saat itu, posisi saya (Aam Aminullah, korban) bersama salah seorang rekan wartawan dari Harian Pagi Sumedang Ekspres Sobar Bahtiar, tengah berada di warung kopi sekitar Alun-alun Sumedang.


Tiba-tiba rekan saya Sobar menerima telepon dari asisten (Buna Nina) salah seorang nara sumber (Euis Mully Mulyati Sukarya), yang meminta Sobar untuk datang ke sekitar kantor Oto. Karena saat kejadian Sobar tengah sibuk menulis berita, telepon itu diabaikan dan Sobar kembali meneruskan menulis.


Hingga telepon ketiga, asisten nara sumber tersebut mengatakan "Sobar cepat datang ke sini Ibu (Euis) terdesak dimarahi di muka umum."


Mendengar itu, kemudian Sobar mengajak saya untuk ke lokasi sesuai permintaan asisten Euis Mully tersebut. 


Tiba di lokasi, seorang berperawakan kekar berkulit hitam tengah berada dalam satu perdebatan. Saat itu pengakuannya dia bernama Huares, Ketua Debt Collector se Jabar.


Huares saat kami tiba di lokasi tengah marah-marah dan mengeluarkan kata-kata kasar (Anjing, Kafir, Brengsek, Percuma lu pake kerudung, kafir anjing lu) dan umpatan-umpatan kasar lainnya.


Melihat kejadian itu, setelah turun dari motor, saya (korban) langsung mengambil gambar (foto, video) kejadian tersebut (Antara orang yang mengaku Huares dengan Euis Mully). Itu saya lakukan karena terdorong oleh insting saya sebagai wartawan.


Setelah Euis Mully diamankan warga sekitar yang melintas di lokasi kejadian. Tiba-tiba pelaku (yang ngaku-ngaku bernama Huares) mendarangi saya dengan penuh emosi.


"Siapa lu, lu ngerekam? Wartawan lu, sini hape lu," katanya sambil nunjuk-nunjuk ke arah saya.


Tak sampai di situ, orang ini pun meminta saya membuka kunci layar HP saya kemudian menghapus video dan gambar yang telah saya rekam, bahkan foto-foto hasil liputan seharian pada hari Senin itu turut dihapus oleh orang yang bernama Huares tersebut.


Setelah menghapus data di ponsel saya, dia kemudian merusak hape saya dengan cara membongkarnya. Dalam waktu bersamaan, datang beberapa teman debt collector lainnya yang kemudian mengerumuni saya.


Salah seorang dari mereka meminta saya menunjukan identitas, saya berikan kartu pers saya, tapi dia meminta KTP saya. Dia pun meminta sambil mendorong memaksa saya mengeluarkan KTP. Akhirnya saya keluarkan KTP dan KTP saya itu difoto oleh orang tersebut.


Orang tersebut juga mengintimidasi dan mengancam saya dengan menyatakan jika kejadian ini sampai dimuat oleh media, saya yang akan dicari, karena mereka sudah mengantongi identitas saya melalui KTP yang mereka foto. Ancaman itu dilontarkan beberapa kali sambil mendorong-dorong tubuh saya.


Tak hanya itu, salah seorang dari mereka datang dari arah depan dan tiba-tiba melepaskan pukulan ke arah kepala. Saat itu, saya pakai helm sehingga pukulannya itu mendarat di helm.


Setelah saya menerima pukulan, rekan saya Sobar lantas menghalangi kemudian sekuat tenaga saya membawa hape milik saya yang dirusak itu (rusak finger printnya) dari genggaman Huares. Setelah berhasil merebut hape saya lari dari lokasi menuju kantor wartawan di kompleks GIM Sumedang yang jaraknya dari lokasi kurang lebih sekitar 100 meter.


Rekan saya sobar menyusul kemudian, sementara motor masih berada di lokasi.


Saya kemudian menelepon polisi (intel Polres) yang saya kenal dan meminta yang bersangkutan atau pihak kepolisian ke sekitar kantor Oto.


Bersama Intel Polres tersebut, polisi dari Polsek Sumedang Selatan datang ke lokasi, namun katanya di sekitar lokasi tidak ada yang bisa diminta keterangan.


Seperti itulah kronologis kejadian yang menimpa saya itu.

Pelaku

Huares
Dept Collector
Ormas

Korban

Aam Aminullah (Nama Samaran)
Kab. Sumedang
Wartawan
Ruber.id
Media Online

Laporkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Sebagai:

Anggota AJI Tamu

Pilih Data:

 
 

Berdasarkan Jenisnya:

Berdasarkan Pelaku:

Berdasarkan Kota: