2017-09-23
Kab. Muna
Pada hari Senin tanggal 27 Maret 2017 sekitar jam 09.30 WITA, saya bersama dengan saudara Adin (Wartawan Zona Sultra), Fitri (Wartawan Berita Kota), Bensar (Wartawan Koran Sultra), La Iman (Wartawan Baubau Post), dan Yanti (Wartawan TV Sultra) mendatangi ruangan tata usaha RSUD Kabupaten Muna yang lama, dengan maksud untuk konfirmasi informasi pungli. Konfirmasi kepada para staf yang bekerja di ruang tata usaha itu alasan mereka uang sebesar Rp 5.000 yang disetorkan kepada mereka itu bukan pungli tetapi kata mereka itu uang sukarela dari para honorer.

Karena kami tidak puas, dari penjelasan yang diberikan oleh staf kepada kami maka kami langsung menuju RSUD Kabupaten Muna yang baru dan menemui Kepala RSUD Kabupaten Muna dr. Tutut Purwanto dengan maksud yang sama yaitu untuk menanyakan dan meminta penjelasan terkait adanya isu dugaan pungli di ruang tata usaha RSUD Kabupaten Muna yang lama. Hasil konfirmasi Direktur RSUD Kabupaten Muna menerangkan bahwa tidak ada kebijakan untuk pemungutan dana sebesar Rp 5.000 untuk setiap pengurusan SK Honorer karena semua biaya seperti pembelian kertas, tinta dan uang ketik, sudah ditanggung oleh pihak RSUD Kabupaten Muna.

Dan setelah itu, saya bersama saudara Adin langsung menuju Polres Muna untuk bertemu Kapolres Muna, namun kami tidak bertemu dengan Kapolres Muna karena beliau tidak berada di tempat. Kami langsung menemui Kasat Reskrim Polres Muna untuk menanyakan permasalahan hukum jika terjadi pungli. Setelah itu saya bersama dengan saudara Adin kembali lagi ke RSUD Kabupaten Muna yaang lama sekitar pukul 11.00 Wita di ruang tata usaha RSUD Muna yang lama dan setelah tiba di sana saya langsung mengambil gambar sebanyak satu kali dan salah seorang ibu yang saya tidak kenal langsung menegur saya dengan berkata “maksudnya apa mau foto, kenapa foto saya”.

Namun saya tetap mengambil gambar kepada mereka beberapa kali lagi sambil mundur karena beberapa staf yang ada di dalam ruangan staf menghampiri saya dan saudara Amrin (terlapor) langsung memegang tangan saya dan mau merebut Hp milik saya bersama rekannya yang lain. Hp tersebut merupakan Hp yang saya gunakan untuk mengambil gambar saat itu. Namun saya mengamankan Hp ke dalam tas milik saya agar tidak direbut saudara Amrin dan rekan-rekannya saat itu. Salah seorang ibu yang saya tidak kenal yang menggunakan jilbab warna pink memaki saya dengan berkata “Kamu anjing, babi, binatang tidak punya etika.”

Kemudian ibu tersebut langsung memukul ke arah muka saya dengan menggunakan tangannya sebanyak dua kali namun saya menangkisnya dengan tangan saya. Tidak puas hal tersebut, ibu itu langsung membuka sepatunya dan kembali memukulkan ke arah saya, namun saya kembali menepisnya dan kemudian saya langsung pergi melaporkan kejadian tersebut ke kantor Polres Muna saat itu juga.

Pelaku

Halim
Kab. Muna
Pegawai negeri
Satpol PP / Aparat Pemerintah Daerah
RSUD Muna

Korban

Ahmad Evendi (Nama Samaran)
Kab. Muna
Jurnalis
Kolaka Pos
Harian

Laporkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Sebagai:

Anggota AJI Tamu

Pilih Data:

 
 

Berdasarkan Jenisnya:

Berdasarkan Pelaku:

Berdasarkan Kota: