Jurnalis Tribun Sorong, Safwan mengalami teror pada Rabu malam, 26 Februari 2025.
Safwan baru saja menemui salah satu informan untuk kebutuhan laporan di medianya. Sepulang bertemu informan tersebut, jurnalis pulang mengendarai motor dan melewati Jl Ahmad Yani, Sorong.
Jurnalis kemudian singgah di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Bensin, untuk mengisi bahan bakar. Namun karena tidak membawa uang tunai, dan SPBU tidak menerima pembayaran menggunakan uang elektronik, maka jurnalis berinisiatif mencari ATM terdekat di sebarang SPBU tersebut.
Ketika Safwan berjalan melintasi pembatas jalan menuju ATM di seberang SPBU, tiba tiba sebuah mobil sejening kijang berkaca gelap, melaju dengan sangat kencang ke arah jurnalis dengan target akan menabrak tubuh jurnalis.
Ketika melihat mobil akan menyalip tubuhnya, Safwan sigap mundur, melompat dan menyeret kedua kakinya ke pinggir jalan. Akibatnya, kedua ibu jari kaki kanan dan kirinya berdarah akibat terseret dengan keras di aspal.
Dalam keadaan terluka, Safwan kemudian melanjutkan menarik uang di ATM, dan singgah di kantor sebentar untuk mengambil air hangat. Selanjutnya dia singgah untuk mendapatkan perawatan di sebuah rumah rekannya.
Ini bukanlah kali pertama Safwan menjadi target serangan orang tidak dikenal. Pada 20 Januari 2025, Safwan mengalami serangan sepulang liputan. Ban motor jurnalis pecah ketika pulang dari liputan. Setelah dibawa ke bengkel, petugas bengkel menemukan bocor besar di ban motor tersebut, diduga akibat tusukan sangkur atau pisau. Saat itu, Safwan telah membuat laporan berjudul " Anggota TNI AL pembunuh Kesya Lestaluhu akui ada oknum perwira di THM" yang terbit pada Senin, 20 Januari 2025.
Laporan ini memuat informasi bahwa saat rekonstruksi kasus pembunuhan Kesya Lestaluhu di pantai Saoka, kota Sorong, Papua Barat Daya. Salah satu pelaku pembunuhnya mengungkapkan ada keterlibatan perwira lain berpangkat Letda di wilayah tersebut.
Sejak Januari hingga akhir Februari,Safwan rutin menulis berita update terkait kasus pembunuhan yang melibatkan TNI AL di Sorong. Laporan itu terbit di media online Tribunnews Sorong.