2022-08-31
Kota Mataram
Jurnalis NTB Satu, Haris Mahtul mendapat intimidasi dari Ketua LSM di Mataram, untuk menghapus konten berita yang ditayangkan pada akun Youtube medianya. Intimidasi itu diterima sesaat setelah konten video berjudul "Di Sana Demo Di Sini Menimbun” ditayangkan di akun Youtube media NTB Satu, pada Rabu, 31 Agustus 2022, sekitar pukul 17.30 WITA.

Awalnya, Haris yang juga pimpinan redaksi NTB Satu, ditelpon oleh sebanyak 3 kali dengan nomor yang tidak dikenalnya. Pada telpon ketiga, dia menerimanya dan terdengar ketua sebuah LSM di Mataram, Lalu Wink memperkenalkan diri. Dia meminta untuk bertemu pada salah satu hotel di Mataram. Haris menolak untuk bertemu, tetapi ketua LSM tersebut memaksa dan akan mendatangi dirumahnya.

Karena itu, korban akhirnya menemui ketua LSM tersebut, didampingi satu rekannya dari AJI Mataram.
Saat bertemu, Ketua LSM tersebut meminta Haris menghapus berita di website dan menurunkan konten video berjudul "Di Sana Demo Disini Menimbun” pada akun Youtube medianya. Konten video jurnalistik tersebut berisi dugaan penimbunan solar dalam truk, yang dilaporkan warga Kecamatan Batu Layar Lombok Barat. Saat itu Haris menolak, namua Ketua LSM itu tetap memintanya untuk menurunkan berita tersebut, dan menyerahkan sebuah amplop berisi uang.

Haris tetap menolak dan mengatakan jangan pernah menyuap dirinya. Ketua LSM tersebut kemudian menambah satu amplop lagi. Saat itu, ada lebih 4 orang yang menemani ketua LSM tersebut, dalam ruangan itu. Karena merasa dirinya tidak aman, maka Haris berkomunikasi dengan tim redaksi, untuk unpublish sementara artikel dan konten di website dan Youtube medianya tersebut. Setelah itu korban pamit keluar, dan tetap tidak menerima amplop yang diserahkan itu. Ketua LSM itu tetap memaksa dan memasukkan aplop dalam kantong jaket korban.

Korban tetap menolak amplop itu, kemudian bergegas masuk ke dalam mobil, untuk meninggalkan hotel tersebut. Ketua LSM kemudian mengejar korban dan menyimpan amplop itu didepan kaca mobil, diselipkan pada wiper mobil. Keesokan harinya Haris menelpon Ketua AJI Mataram dan menyampaikan kejadian tersebut. Uang senilai Rp 10 juta dalam amplop tersebut, akhirnya dikembalikan melalui AJI Mataram dan LBH Mataram kepada perwakilan LSM tersebut.

Pelaku

Ketua Kasta NTB, Lalu Wink
Ormas

Korban

Haris Mahtul (Nama Samaran)
Jurnalis
NTB Satu
Media Online