2022-08-31
Kota Tidore Kepulauan
Jurnalis cermat.id di Ternate, Nurkholis Lamaau dipukul di rumahnya, pada pada Rabu, 31 Agustus 2022 pagi pukul 09.15 WIT. Selain dipukul pada leher bagian belakang, korban juga diancam secara verbal.

Intimidasi dan pemukulan yang dialami redaktur cermat.id ini, merupakan dampak dari opini yang ditulis dan dipublikasikan pada Selasa (30/8) malam. Opini berjudul “Hirup Debu Batubara Dapat Pahala" dikutip dari pernyataan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen. Hari itu, Muhammad Sinen memberikan sambutan, dalam pembukaan turnamen domino di Kelurahan Rum Balibunga, Kecamatan Tidore Utara, dan disiarkan langsung melalui Facebook.

Dalam sambutannya, Sinen diantaranya menyampaikan bahwa warga yang bermukim di sekitar PLTU, jangan marah dan menolak keberadaan PLTU Batubara. Jika polusinya berdampak kepada warga, nikmati saja dengan tenang. Karena meskipun menjadi korban, orang lain tenang, maka warga mendapat pahala. Pernyataan Sinen itu, yang dikutip dan dikritisi Nurkholis dalam opininya. Sinen dinilai pejabat publik yang tidak mempunyai empati terhadap warga, yang sudah lama terdampak dan menolak keras keberadaan PLTU, di wilayah permukiman mereka.

Malam itu, link opini yang sudah dipublikasikan di website cermat.co.id, kemudian dibagikan Nurkholis ke grup WA jurnalis dan akun media sosialnya. Keesokan harinya, Rabu 31 Agustus 2022 sekitar pukul 00.33 WIT, adik kandung Muhammad Sinen, Usman Sinen, datang ke kediaman keluarga korban, di Kelurahan Rum Balibunga. Saat bertemu korban, Usman mendesak agar opini dihapus. Karena Muhammad Sinen datang pada pembukaan turnamen domino, sebagai keluarga besar Kelurahan Rum Balibunga, bukan sebagai Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan. Usman juga mengatakan kalimat "menghirup debu batubara dapat pahala" yang disampaikan Sinen tidak tidak serius, atau hanya bahan candaan saja. Usman mendesak korban menghapus opini tersebut, karena dinilai akan menganggu kepentingan Muhammad Sinen, pada Pemilu 2024 mendatang. Setelah berkoordinasi dengan redaksi cermat.id, opini tersebut segera dihapus.

Rabu pagi, keponakan Sinen, bernama Ari, datang kerumah Nurkholis. Saat ditemui di teras rumahnya, Ari menanyakan tujuan korban membuat opini seperti itu. Korban menjelaskan bahwa opini itu sebagai bentuk kritik, terhadap pernyataan seorang pejabat publik yang kurang memiliki solidaritas dan empati terhadap warga terdampak PLTU batubara.

Ari pun berang dan berkata kasar "Anda hanya pendatang, Anda jagoan? Kenapa Anda tidak bicara dengan paman saya Muhammad Sinen baik-baik, tapi menulis seperti itu !" Keponakan Sinen itupun, melayangkan pukulan ke kepala dan leher bagian belakang korban sebanyak 2 kali. Setelah melakukan aksi kekerasan, Ari kembali menantang "Mau lapor polisi ? silakan, saya tunggu 5 menit," ketus Ari.

Siang harinya, pukul 12.47 WIT, korban ditemani keluarganya langsung melaporkan aksi kekerasan itu ke SPKT Polres Kota Tidore Kepulauan,

Saat itu, Muhammad Sinen dan Ari juga datang ke Polres. Saat berada di ruang SPKT, Muhammad Sinen langsung mendekati Nurkholis dan mengancan korban. “Oh ngana (Anda) . Tunggu ngana!,”. Saat itu, polisi yang hadir sempat menyaksikan aksi ancaman itu kemudian memisahkan keduanya.

Pelaku

Arianto
Warga

Korban

Nurkholis Lamaau (Nama Samaran)
Kota Tidore Kepulauan
cermat.id
Media Online