2021-06-24
Kota Pematang Siantar
Pengusaha dan pemilik Ferrari Kafe, Bar and Resto, S atau Sujito ditetapkan sebagai salah satu tersangka pembunuh Mara Salem Harahap. Mara Salem Harahap alias Marsal Harahap, adalah pemimpin redaksi media online lassernewstoday.com.

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, didampingi Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin dan jajarannya di Mapolres Pematangsiantar, Kamis sore, 24 Juni 2021, menjelaskan kronologi kematian Marsal Harahap. Menurutnya, Marsal tewas akibat tembakan tersangka YFP, manajer di Ferrari Kafe , yang bekerja berdasarkan perintah Sujito.

Sujito dan tersangka YFP, berperan sebagai orang yang melakukan dan menyuruh melakukan pembunuhan. Polisi menjerat tersangka dengan pasal 340 sub 338 terkait pembunuhan secara berencana, dengan ancaman hukuman seumur hidup. Kapolda Sumut juga menyebut ada oknum TNI berinisial A, yang ikut berperan dalam aksi kriminal ini.

Polda Sumut telah memeriksa 57 orang saksi. Semua saksi itu berasal dari sekitar rumah korban, tempat kerja korban, warung tuak sekitar hotel Siantar. Juga di sekitar kafe Ferrari, serta Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Polisi menemukan barang bukti, berupa 1 unit mobil korban Datsun Go 1921, parang, kwitansi dari Ferrari Bar and Resto, sepatu, kemeja, ikat pinggang, senjata jenis soft gun hitam, 1 Senjata api jenis pistol buatan pabrik Amerika, dan 6 butir peluru kaliber 9mm. Serta mobil Honda Vario yang digunakan pelaku untuk menembak korban.

Kapolda Sumut menjelaskan modus dan motif pelaku pembunuhan karena S sakit hati kepada korban. S yang merupakan pemilik kafe kesal kepada korban, karena Marsal selalu memberitakan maraknya peredaran narkotika di kafe miliknya. Akibat pemberitaan tersebut, S tidak bisa lagi menjalankan usahanya. Namun, dari pengakuan S, korban juga melakukan pemerasaan terhadap S. Kepada polisi, S mengatakan korban meminta uang sebanyak Rp 12 juta setiap bulan, dan meminta 2 butir ekstasi setiap hari. Atas dasar pemerasan tersebut, Sujito kemudian memerintahkan anggotanya membunuh korban.

AJI sangat menyesalkan kejadian ini, dan mengimbau jurnalis melaksanakan kerja jurnalistiknya secara profesional sesuai kode etik jurnalistik. Cara-cara yang profesional yang tertulis dalam kode etik, diantaranya wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, atau berita fitnah dengan sengaja dan niat buruk. Serta tidak memanfaatkan media dan profesi jurnalisnya, untuk melakukan pemerasan terhadap narasumber atau obyek pemberitaannya.

Oknum TNI berinisial A, yang diduga ikut terlibat pada aksi kriminal, penembakan Mara Salem Harahap atau Marsal Harahap ditangkap Kapendam I/Bukit Barisan Letkol Inf Donald Erickson. Kapendam I/Bukit Barisan Letkol Inf Donald Erickson Silitonga kepada media lokal setempat, menjelaskan oknum A sudah ditangkap.

Polisi sebelumnya telah menangkap dua orang diduga pelaku penembakan yang menewaskan Marsal. Kedua tersangka itu adalah pemilik kafe, S dan pegawai di Ferrari Bar dan Resto, YFP.

Pelaku

Sujito, A dan YFP
Warga

Korban

Marsal Harahap (Nama Samaran)
Jurnalis
lassernewstoday.com

Anggota AJI Tamu

Pilih Data:

 
 

Berdasarkan Jenisnya:

Berdasarkan Pelaku:

Berdasarkan Kota: