Tiga jurnalis diancam oleh penambang ilegal ketika hendak melakukan peliputan di Gunung Manggar, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Mereka adalah Rully Effendi (Radar Jember), Mahrus Soleh (Jember Times), Felli Kosasih (JTV). Sementara sang polisi bernama Brigadir Erly Kustanto.
Ketiga jurnalis tersebut berniat meliput olah tempat kejadian tewasnya warga bernama Eko di lubang tambang liar.
"Kami terlambat. Kapolsek sudah berangkat dulu, jadi kami diantarkan oleh petugas," kata Rully, seperti dikutip oleh Bangsa Online.
Rupanya sang petugas salah antar. Mereka bergerak ke sisi selatan gunung, bukan sisi utara. Tak disangka, di sana mereka memergoki sejumlah orang tengah menambang. Melihat itu, pihak kepolisian mengusir para penambang liar. Bukannya gentar, orang-orang itu justru mendekati petugas polisi dan tiga jurnalis. Mereka bersenjata tajam.
Melihat situasi gawat, Rully tak habis akal. Ia mengaku petugas polres. Penambang ilegal pun menjadi ciut nyali. Akhirnya, orang-orang itu membubarkan diri. Legalah Rully dan kawan-kawan.
Sumber:
https://www.bangsaonline.com/berita/18703/tambang-emas-liar-jember-diba…
http://semerusatu.com/2016/01/28/polisi-dan-wartawan-diacungi-parang-sa…