Aksi premanisme berupa penganiyaan dan ancaman pembunuhan terhadap wartawan harian Radar Madura saudara Risang Bima Wijaya yang dilakukan oleh enam orang mengatasnamakan Suara Blega Bersatu (SBB) pada hari senin (29/01) dengan mengeroyok korban yang mengakibatkan korban mengalami luka serius mata kanan bengkak dan terjadi pendarahan di bola mata. Penganiayaan dan ancaman pembunuhan tersebut terkait dengan berita yang dimuat oleh Radar Madura tentang sekitar 100 orang yang mengtasnamakan Suara Blega Bersatu (SBB), melakukan unjuk rasa di kantor PDAM Bangkalan menuntut Dirut PDAM Bangkalan, turun dari jabatannya terkait dengan pelepasan asset PDAM berupa pipa.