Harun meliput perkelahian massal antara gabungan sejumlah organisasi kemasyarakatan berlatar-belakang agama dengan para warga Gandekan, Jebres, Solo. Massa berjumlah sekitar 300 orang yang sebagian membawa senjata tajam dan pentungan berjalan kaki melintasi jalan tempat bentrokan sebelumnya terjadi. Saat itu tiba-tiba ada bom molotov yang dilemparkan dari salah satu gang di sisi utara Jl RE Martadinata. Sesaat kemudian, terjadi pula ledakan yang cukup keras dan menimbulkan asap cukup tebal. Saat itu wartawan TA TV, Harun, terkena di bagian muka. Beruntung, saat kejadian Harun mengenakan helm. Namun tak urung bagian mulutnya terlihat berdarah.