Peristiwa tewasnya wartawan media lokal di Probolinggo, Herliyanto, berawal dari ditemukannya mayat seorang laki-laki di sebuah hutan jati di desa Tarokan, Banyuanyar, Probolinggo. Diperkirakan korban dibunuh dikarenakan pemberitaan yang ditulis oleh korban tentang penyelewengan dana subsidi langsung tunai (SLT) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dugaan itu diperkuat dengan hilangnya kamera dan block note yang biasa digunakan dalam menulis berita dan sepeda motor korban justru tidak hilang.