Ferdinandus S, satpam pembangunan konjen AS di Surabaya, melarang sejumlah jurnalis televisi mengambil gambar gedung konjen yang sedang dalam tahap finishing. Sambil senyum, satpam dari perusahaan bernama Jaga Raga ini mengatakan bahwa tidak ada orang yang boleh mengambil gambar konjen. “Protapnya begitu, Mas,” kata Fernandus Jumat(10/6), jurnalis televisi dari SUN TV, Surabaya TV, dan JTV meliput aksi mogok puluhan pekerja proyek dari PT First Quality Trading Contractor. PT FQTC mengerjakan pembangunan gedung konjen AS yang baru di kawasan Citra Land di Surabaya.Jika pihak konjen merasa tayangan berita tidak sesuai dengan fakta. Bisa meminta hak jawab pada media yang memuat. Andreas Wicaksono, jurnalis SUN TV, mengatakan kalau pengambilan gambar konjen dilakukan para jurnalis dari luar pagar. Jika jurnalis mengambil gambar dari dalam, pasti akan minta ijin, karena ambil gambar dari luar tidak perlu ijin siapapun. “Kalau kami ambil gambar dari atas pakai helikopter apa juga akan dilarang?” tanya Andreas. Ferdinandus bilang kalau dia akan melarang siapapun untuk ambil gambar sejauh yang dia bisa jangkau. Dia juga mencatat nama dan media para jurnalis. Setelah mendapatkan konfirmasi tentang aksi mogok dari pihak PT FQTC, para jurnalis mengambil jalan memutar menuju sebuah dataran yang lebih tinggi, agar leluasa mengambil gambar suasana pembangunan konjen.