Jurnalis JPNN di Kendari, La Ode Muhammad Deden Saputra mengalami kekerasan saat meliput aksi demonstrasi, di depan Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sultra, Jl Taman Suropati, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, pada Kamis (10/2) siang.
Hari itu, terjadi demonstrasi menolak Alvian Taufan Putra, yang merupakan anak Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi menjadi Calon tunggal Ketua Hipmi. Aksi demonstrasi berlangsung ricuh, karena puluhan mahasiswa terlibat bentrokan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Alvian Taufan Putra mengalahkan calon lain, Dirga Mubarak dalam verifikasi berkas yang dilakukan panitia pemilihan. Sejumlah mahasiswa mempertanyakan keputusan panitia tersebut, mereka menduga tahapan seleksi ini diintervensi Gubernur Ali Mazi.
Saat aksi ricuh, korban akan mengambil gambar kericuhan. Namun tangan korban dipukul mengakibatkan Handphone yang dipakai mengambil gambar, jatuh dan retak. Dia juga nyaris diamuk dua oknum polisi, yang tersulut emosi saat kericuhan, yang membuat tangan dan kepalanya sakit.
Korban telah melaporkan kasus itu di Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra.Korban didampingi AJI Kendari dan IJTI serta Komunitas Jurnalis Kendari. Korban membawa
barang bukti rekaman video aksi kekerasan yang dialaminya.