Deskripsi Jurnalis Disway Kaltim, Mangir Anggoro, mengalami kekerasan saat melakukan tugas jurnalistiknya. Dia diintimidasi oleh polisi saat melakukan tugas jurnalistiknya. Saat itu, Mangir Anggoro meliput aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak UU Cipta Kerja di kota Samarinda. Sekitar pukul 22.00 WITA, lima wartawan termasuk dirinya pergi untuk meliput isu adanya penahanan 12 peserta aksi Tolak Omnibus Law yang dilaksanakan oleh Aliansi Kaltim Menggugat di Polresta Samarinda. Kemudian terjadi keributan di depan kantor Polresta Samarinda antara 12 peserta terlibat keributan, dengan beberapa oknum kepolisian yang baru tiba di lokasi. Dia dan rekannya kemudian spontan merekam peristiwa tersebut. Tiba-tiba beberapa oknum polisi mulai berteriak ke arah wartawan. Situasi semakin panas ketika oknum polisi tersebut menuduh teman-teman wartawan membuat “framing” atau memberitakan secara tidak berimbang situasi yang terjadi ditempat. Dia ditunjuk-tunjuk oleh salah satu petugas lalu mempertanyakan urusan liputannya. Tak hanya itu, ia pun dimaki oleh aparat Jatanras Polresta Samarinda. Data Kejadian Tanggal kejadian 8 October, 2020 Kota/Kab Kab. Ogan Komering Ulu Selatan Jenis kekerasan Teror dan Intimidasi Data Korban Nama korban Mangir Anggoro Titiantoro Kota/Kab (korban) Kab. Ogan Komering Ulu Selatan Jenis kelamin (korban) Laki-Laki Rentang usia 20-30 Pekerjaan Jurnalis Nama media Disway Kaltim Jenis media Media Online Data Pelaku Jenis kelamin (pelaku) Laki-Laki Jenis pelaku Polisi Kategori pelaku Negara