Skip to main content

Jurnalis Dilarang Meliput Kegiatan PWF di Bali

Deskripsi
Beberapa jurnalis dilarang meliput kegiatan People's Water Forum (PWF) di hotel Oranjje, Jl Hayam Wuruk, Denpasar, Bali, pada Selasa, 21 Mei 2024. Selain jurnalis, panitia dan pembicara untuk diskusi kegiatan tersebut juga dilarang memasuki gedung pertemuan. Dua jurnalis yang dilarang meliput tersebut adalah Febri, dari media Radar serta Sari, yang bekerja untuk Tribun Bali. Saat itu dua jurnalis yang akan meliput, dilarang memasuki gedung pertemuan oleh beberapa orang yang tidak terkonfirmasi jelas mewakili lembaga atau organisasi apapun. Satu hari sebelumnya, di Bali pada kegiatan yang sama, massa dari ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) yang melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap penyelenggara, dan peserta forum People's Water Forum. Mereka merampas banner, baliho, dan atribut agenda secara paksa. Juga melakukan kekerasan fisik terhadap peserta forum. Massa PGN beberapa kali mendatangi tempat kegiatan, dan meminta pelaksanaan PWF 2024 dihentikan. Padahal PWF 2024 adalah forum masyarakat sipil, yang ditunjukkan sebagai ruang mengkritisi privatisasi air, dan mendorong pengelolaan air untuk kesejahteraan rakyat. Hari itu, mereka yang melarang tersebut, menutup wajah menggunakan kaca mata dan masker, serta menutup kepala menggunakan jaket bertudung. Jurnalis sempat bertanya, apa alasan mereka dilarang meliput. Namun pihak yang melarang tersebut, tidak bisa memberikan jawaban yang jelas. Namun pada lokasi tersebut, terlihat Satpol PP bebas keluar masuk ke dalam gedung tersebut. Sehingga dapat diduga pihak yang melarang jurnalis meliput, adalah bagian dari negara atau kekuasaan. AJI mengecam aksi penghalangan liputan tersebut, serta mendesak polisi setempat untuk mengusut penghalangan dan intimidasi terhadap jurnalis yang meliput acara People's Water Forum (PWF) di hotel Oranjje, Denpasar, Bali.
Data Kejadian
Tanggal kejadian
Kota/Kab
Kab. Tulang Bawang
Jenis kekerasan
Pelarangan Liputan
Data Korban
Nama korban
Febri dan Sari
Kota/Kab (korban)
Kab. Tulang Bawang
Jenis kelamin (korban)
Laki-Laki
Rentang usia
20-30
Pekerjaan
Jurnalis
Nama media
Radar dan Tribun Bali
Jenis media
Harian
Data Pelaku
Nama pelaku
Pihak yang tidak jelas organisasi / Lembaganya
Kota/Kab (pelaku)
Kab. Tulang Bawang
Jenis kelamin (pelaku)
Laki-Laki
Jenis pelaku
Tidak Dikenal
Kategori pelaku
Negara