Wartawan Cenderawasih Pos, Abdel Gamel Naser mengalami intimidasi untuk menghapus dokumentasi foto, yang diambilnya saat meliput di kota Jayapura, pada Selasa, 11 Juli 2023.
Selasa hari itu, Gamel meliput di kawasan konservasi Taman Wisata Alam Teluk Youtefa, sekitar pukul 12.10 WIT
Gamel bersama belasan wartawan lainnya, hadir di lokasi untuk meliput kegiatan penghentian aksi penebangan dan penimbunan material pasir, di areal hutan bakau Taman Wisata Alam Teluk Youtefa.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Papua, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua dan Ditkrimsus Polda Papua.
Saat itu Gamel sedang mengambil gambar di salah satu lokasi di yang telah dipasang garis polisi. Terlihat ada beberapa personel kepolisian, yang berdiri dekat lokasi yang dipotret Gamel.
Diduga aparat ini sudah berada di lokasi tersebut sejak beberapa hari sebelumnya, untuk menjaga aktivitas penimbunan, yang dilakukan oknum pengusaha, di kawasan hutan bakau.
Dua anggota polisi tersebut kemudian memanggil Gamel, dan menanyakan alasannya memotret lokasi tersebut. Keduanya kemudian memaksa jurnalis untuk menghapus foto-foto tersebut.
Meskipun korban telah menjelaskan dirinya sedang bertugas meliput, polisi itu tetap memaksa supaya foto tersebut dihapus.
Jurnalis terpaksa menghapus foto tersebut, karena menghindari keributan dan masih meliput di lokasi berbeda.
Beberapa organisasi Pers di Papua, mengecam intimidasi yang dilakukan polisi terhadap jurnalis Cenderawasih Pos tersebut.