Bermula ketika melakukan peliputan atas dugaan kecurangan Pemilu 11 April lalu. Waktu itu ada tuntutan agar dilakukan penghitungan ulang suara oleh aliansi partai politik di Pematang Siantar, karena ada indikasi kecurangan dalam penghitungan suara di Kecamatan Siantar Timur. Ketika tiba di kantor camat, sedang terjadi adu argumen antara pengurus partai politik dengan sang camat. "Segera saya rekam dengan kamera, namun Junaedi Sitanggang tiba-tiba melarang saya mengambil gambar. Dia juga mencoba merampas kamera saya," ujar Andi.Upaya perampasan itu ditepis Andi dan kemudian disusul ucapannya yang menyatakan Junaedi Sitanggang sebagai camat mengerti apa tugas wartawan, dan beberapa umpatan lainnya. Umpatan Andi itulah yang jadi dasar laporan ke polisi.