Sejumlah wartawan menerima ancaman sebagai ekses dari kerusuhan pasca-kampanye Partai Aceh di Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah. "Hebat kali foto kau, ya. Nanti kalau aku bacok orang kau muat juga, ya. Tapi kau jangan dekat, nanti kubacok juga," ujar seseorang via telepon kepada seorang wartawan media cetak, Rabu siang, 19 Maret 2014. Beberapa wartawan lain juga menerima ancaman serupa setelah memberitakan aksi masyarakat Aceh Tengah dan anggota Pejuang Tanah Air (Peta) membakar atribut dan membacok mobil Partai Aceh. Saat itu Partai Aceh baru selesai berkampanye. Isi kampanyenya dianggap menyinggung orang-orang yang aktif memperjuangkan Provinsi Aceh Leuser Antara.