2017-05-01
Kab. Jayapura
Jurnalis di Papua kembali mengalami tindak kekerasan yang diduga dilakukan anggota polisi, Senin (1/5/2017). Korban adalah Yance Wenda. Wartawan Koran Jubi dan tabloidjubi.com. Ia mengalami sejumlah luka di wajahnya lantaran dipukul beberapa oknum polisi dari Polres Jayapura. "Pelipis saya luka, mata bengkak, kepala benjol, di belakang ada dua bekas pukulan rotan, di bahu juga bekas tentangan sepatu, bibir atas dan bibir bawa saya pecah gara-gara dipukul dan ditendang dan dipukul rotan," kata Yance, Senin (1/5/2017).

Lanjutnya, ketika itu sekitar pukul 08:00 WIT ada penangkapan massa KNPB. Mereka dibawa ke Polres Jayapura. Yance mengikuti massa. Namun ia tidak masuk ke halaman Polres. "Saya jauh dari massa. Ketika massa dibawa masuk Polres, saya duduk di kios depan Polres. Saya tidak ambil gambar. Saya hanya mengamati. Tidak lama, seorang anggota polisi datang. Dia membuka kacamata saya. Dia bertanya kepada saya, saya jawab saya wartawan," ujarnya.

Ketika akan mengeluarkan surat tugas dari dalam tasnya, seorang anggota polisi lain datang merampas tas Yance. Beberapa anggota polisi kemudian menarik Yance ke Polres sambil menendang dan memukulnya. "Tiba di Polres, saya diperiksa. Disuruh bukan baju. Mereka tanya saya, saya bilang saya wartawan. Mereka periksa tas saya dan menemukan surat tugas saya," katanya.

"Mereka kemudian bertanya kamu wartawan rupanya. Saya jawab tadi saya suduh bilang saya wartawan. Saya mau kasi tunjuk surat tugas tapi kamu rampas tas saya. Mereka kelihatan bingung. Saya dibawa ke Polres Jayapura sekira pukul 09:00 WIT dan baru diizinkan pulang pukul 13:40 WIT," imbuhnya.

Kapolres Jayapura, AKBP. Gustav Urbinas yang dihubungi Jubi via telepon membenarkan Yance ikut diamankan. Namun ia menyebut, yang bersangkutan ketika itu diamankan lantaran datang bersama simpatisan massa lainnya yang ingin mengecek rekan-rekan mereka yang terlebih dahulu diamankan di Polres. "Dia bergabung dengan mereka. Dia tidak menggunakan kartu pers. Setelah diamankan baru dipertanyakan. Setelah sampai di dalam baru dia mengaku wartawan. Kemudian dicek tidak ada id card. Yang ada hanya surat tugas yang discan," kata AKBP Gustav Urbinas.

Menurutnya, setelah polisi mengetahui Yance adalah wartawan, ia dipulangkan. Kapolres Jayapura juga membantah jika yang bersangkutan mengalami tindak kekerasan dari anggota polisi. "Tidak ada luka. Dia satu rombongan dengan mereka. Seandainya dia punya tanda pengenal wartawan, kan pasti polisi tahu. Dia tidak menggunakan apa-apa jadi. Dia membaur. Dia tidak menunjukkan indentitasnya sebagai wartawan," katanya.

Pelaku

polisi
Jayapura
Kota Jayapura
Polisi
Polres Jayapura

Korban

Yance Wenda (Nama Samaran)
Jayapura
Kab. Jayapura
wartawan
Jubi
Media Online

Laporkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Sebagai:

Anggota AJI Tamu

Pilih Data:

 
 

Berdasarkan Jenisnya:

Berdasarkan Pelaku:

Berdasarkan Kota: